Manfaat Buah Salak Untuk Diabetes

Diabetes mellitus atau dikenal biasa dengan nama kencing manis merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia,  yaiti diabetes mellitus tipe 2.

Diabetes tipe ini tidak disebabkan oleh rasio insulin dalam sirkulasi darah,  melainkan akibat kelainan dari metabolisme yaitu terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dan glukosa.

Karena banyak yang menderita penyakit ini, mendorong keinginan salah satu mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Dea Nurafifah, dari Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) melakukan sebuah penelitian terdapat kulit salak Manonjaya sebagai bahan antidiabetes serta menentukan aktivitas antidiabetesnya.

Dea, melakukan riset penelitian ini dibawah bimbingan seniornya Dr. Dra Eti Rohaeti dan Dr. Irmanida Batubara, MSi.

Apakah salak aman dan boleh dimakan penderita diabetes.? Dea menerangkan bahwa berdasarkan hasil uji fitokimia pada kulit dan daging, mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, hidrokuinon, steroid, dan tannin serta beberapa jenis salak tertentu ada yang mengandung saponin. Jadi tidak hanya aman, tapi malah dapat mengkontrol kadar gula darah.

“Jadi sebelumnya telah dilaporkan mengenai jenis senyawa aktif yang berperan sebagai antidiabetes pada ekstrak kulit buah salak Manonjaya dan profil senyawa aktifnya,” ungkap Dea.

Selanjutnya, diperlukan analisis lebih lanjut mengenai aktivitas antidiabetes pada ekstrak kulit buah salak Manonjaya secara in vivo dengan menggunakan ikan zebra sebagai hewan eksperimental.

Menurut Dea, awal ide ini terinspirasi oleh kebiasaan masyarakat Jawa Barat yang biasa merebus kulit salak, kemudian air rebusan kulit salak itu dipercaya masyarakat dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes.

Karena hal ini, mendorong rasa keingintahuan Dea untuk meneliti senyawa apa saja yang terkandung dalam kulit salak.

Mengapa Dea menggunakan ikan zebra sebagai eksperimental.? Sebab, ikan ini memiliki beberapa keunggulan yakni ukuran tubuhnya yang kecil, dan kemampuan reproduksinya yang tinggi, memiliki embrio yang transparan serta mampu menyerap bahan-bahan larut air.

“Saya menggunakan ikan zebra dalam penelitian ini karena terdapat kesamaan genetik dan psikologi pada ikan zebra dan mamalia. Selain itu ikan zebra juga memiliki fisiologi berbasis sistem insulin mamalia,” tambahnya.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dea, aktivitas antidiabetes menggunakan ikan zebra menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah salak Manonjaya yang mengandung etanol dan fraksil etil asetat dapat menurunkan kadar gula darah ikan zebra yang diinduksi dengan aloksan.

Bagaimana? Masih ragukah kamu menggunakan ramuan ini dalam menurunkan sekaligus menyeimbangkan kadar gula dalam darah. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda. Terima kasih.

Saya suka mempelajari segala hal tentang SEO, dan berbagi tips terutama kecantikan & kesehatan di beberapa website ; Mugianto – Spesialis rambutZoel

Tinggalkan komentar